Kiat bagi Penyandang Disabilitas untuk Menghadapi Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Foto : canva.com pro

Penyandang disabilitas adalah salah satu kelompok yang paling riskan terinfeksi Covid-19. Untuk itu, ketersediaan asuransi disabilities dari beberapa perusahaan asuransi dinilai membantu nasabah untuk memenuhi kebutuhan, terutama saat penghasilan mereka berkurang drastis. Kendati demikian, dibutuhkan bantuan dan antisipasi dari pihak-pihak lain supaya risiko penularan penyakit kepada penyandang disabilitas tidak bertambah secara signifikan.

              Sunarman Sukamto selaku Staf Ahli Madya Bidang Hukum dan HAM Kantor Staf Presiden (KSP) menjelaskan bahwa pemerintah tengah berupaya membantu kaum disabilitas menghadapi pandemi Covid-19. Misalnya saja Kementerian Sosial yang merilis pedoman pencegahan dari kemungkinan terpapar virus pemicu Covid-19 khusus untuk penyandang disabilitas. Ada pula dana bantuan sosial (bansos) untuk menopang perekonomian mereka.

Read More

Pedoman perlindungan khusus diterbitkan juga oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang ditujukan untuk perempuan dan anak-anak penyandang disabilitas. Adapun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang mengandalkan juru bicara bahasa isyarat saat mereka membagikan informasi sehubungan pandemi di Indonesia.

              Sementara dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ada sosialisasi Peraturan Pemerintah Tahun 2000 yang membahas akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas. Lalu, ada pemerintah daerah yang berupaya memenuhi kebutuhan lewat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Daerah bagi warga penyandang disabilitas.

              Selain dari pemerintah dan sektor swasta, penyandang disabilitas pun diharapkan mengikuti panduan yang diterbitkan WHO. Langkah-langkah perlindungan tersebut mencakup:

  • Hindari kerumunan. Selain mengurangi kontak fisik, menghindari kerumunan ramai juga akan membuat penyandang disabilitas leluasa bergerak. Jika ingin melakukan kunjungan, datang di luar jam sibuk atau mengambil jam buka khusus penyandang disabilitas. Langkah tersebut akan membantu Anda tak berhadapan dengan antrean atau kepadatan lainnya.
  • Beli kebutuhan secara online. Kegiatan ini bukan hanya praktis, melainkan juga membuat penyandang disabilitas lebih optimal dan fokus mengatur kebutuhan sehari-hari. Minta tolong kerabat atau ART apabila Anda masih kesulitan mengakses situs marketplace atau toko online. Manfaatkan juga fitur suara pada smartphone untuk membukanya.
  • Kumpulkan barang di satu tempat. Langkah ini memudahkan Anda menjangkau barang-barang yang diperlukan. Penyandang disabilitas juga disarankan membeli produk, entah bahan baku makanan, pakaian, hingga obat, untuk jangka waktu lama. Terutama bagi Anda yang masih harus datang ke pasar tradisional atau minimarket.
  • Buat daftar kontak atau bantuan. Aspek penting lainnya yang harus disiapkan penyandang disabilitas adalah menyusun daftar kontak khusus yang berisi nomor telepon kerabat keluarga, teman dekat, tetangga, hingga penyedia layanan kesehatan. Pastikan juga orang-orang terdekat tahu apa saja yang harus mereka lakukan saat Anda sedang sakit.

Seperti yang ditekankan dalam sejumlah kesempatan, masyarakat harus menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar. Bagi penyandang disabilitas, membersihkan alat bantu dengan desinfektan adalah salah satu kegiatan yang harus dilakukan meski jarang keluar rumah. Hal ini disebabkan risiko penularan virus Corona lewat permukaan dan udara yang relatif tinggi. Jadi, sediakan alat pembersih beserta desinfektan untuk menekan risiko berbahaya tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *